ISIS adik dari ZIONIS, dengan Orang Tua bernama Amerika, Israel, dan Inggris.

www.voa-islam.com
Akhir-akhir ini, beberapa media menyuapi kita tentang berita baru yang mengalihkan pemberitaan Palestina dan Pesawat MH17. Yah.., apalagi kalau bukan berita mengenai adanya sekelompok orang yang "diduga" (tapi sudah terlarang) dapat merusak kesantuan NKRI, yaitu Islamic State of Iraq and Sham (ISIS). Kalau kita membaca nama gerakan tersebut sebenarnya tidak ada masalah karena dua huru "I" ditulisan "ISIS" di atas tidak ada jatah untuk kata Indonesia, dengan kata lain tidak ada sangkut pautnya dengan Negara kita. Namun, karena adanya video yang beredar di Youtube yang menunjukkan adanya indikasi ajakan oleh sekolompok WNI kepada WNI di Indonesia.

Muncul video tersebut membuat beberapa kalangan dan media di Indonesia kebakaran jenggot, tanpa terkecuali Menteri Agama dan BNPT. Media seakan menjadi drakula yang haus statmen dari orang-orang penting di Indonesia, Menteri Agama, Anggota BNPT, dan bahkan Polri menjadi buruan mereka. Sehingga, pemberitaan di media menurut saya, akan sedikit mencederai langkah Dakwah para gerakan Islam. Apalagi dengan cara pemberitaan yang seperti dilakukan di Mentro TV misalnya, yang menurut saya sedikit banyaknya terlalu meberikan highlight pada kata Islamic-nya.

Sebagian orang mungkin berpikir, masalahnya itu kembali ke orang Islam-nya yang tidak bisa berdakwah dengan baik kalau begitu. Dengan demikian, saya akan mengatakan, kalau begitu kenapa mesti mengkhawatirkan ISIS akan menganggu kestabilan NKRI...?, berarti Pendidikan Pacasila dan Kewarnegaraan (PPKn) yang diajarkan dari SD dampai Kuliah  "gagal" dan perlu "dipertanyakan". thinking no talking

Seandainya orang-orang diatas, mau (sedikit saja) berpikir dan menambah pembendaharaan beritanya, saya rasa kita bisa berpikir sedikit lebih "Independen". Cukuplah media kita ini yang "Tidak Independen", jangan sampai pemikiran kita juga ikut-ikutan, apalagi kalau "anda" memiliki pengaruh di masyarakat. Coba kita lirik pemberitaan di Republika, yang mengatakan dengan jelas kalau ISIS itu ternyata bentukan dari koalisi Amerika, Israel, dan Inggris, dan juga berita dari liputanislam.com, yang mengatakan ISIS adalah "pion" Amerika di Timteng. Dengan demikian, apakah kita masih berpikir kalau Islam = Teroris...??, Apakah anda masih yakin kalau orang di Video ISIS itu adalah benar-benar orang Islam..??, (saya saja bisa kok mengaku orang atheis atau agama lain). smug

Amerika, Israel, dan Inggris merupakan koalisi negara yang didiami oleh organisasi perjuangan bernama "Zionis", yang dimana, ketika kita sedikit saja mau "mencari" informasi tentang bagaimana, apa, dan tujuan dari Zionis, saya rasa tujuan akhir mereka, cukup samalah dengan ISIS, yang juga mau membuat sistem pemerintahan yang baru. Sekalipun mungkin sistem yang akan mereka terapkan nantinya berbeda.

Apa yang ingin saya sampaikan, adalah Pertama, dalam menghadapi situasi yang sangat sensitif untuk menimbulkan geseran apalagi itu masalah agama, sebaiknya kita bisa lebih independen dalam mendengarkan berita, jangan cuman dari media yang ke-independen-annya saja sudah diragukan (colek media waktu pilpres). Kedua, sebelum kita berstatmen atau memberikan statmen terhadap suatu isu, ada baiknya kita melakukan kajian terlebih dahulu, misalnya yang dilakuakan oleh PP Pemuda Muhammadiyah, seperti yang diberitakan Republika.

Makassar, South Sulawesi, Indonesia
August 04, 2014. 20:37,

Andi Akbar Tanjung

2 komentar:

  1. tawwa nakk keren bar.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ,hehehe.., :D
      ,makasih ka'.., ini proses belajar ji jga ka' dan terinspirasi dri tulisan2 ta'..., :D

      Hapus