Milad Mubarak "Negeriku 69" dan "Diriku 19"


Ulang tahun atau yang dikenal juga dengan "milad" dalam Bahasa Arab dan "birthday" dalam Bahasa Inggris, merupakan hari yang selalu dan seharusnya berkesan buat semua hal yang dilahirkan di dunia. Hari ulang tahun ini juga biasanya merupakan "hari pertama" seseorang atau sesuatu mendapatkan kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan. Sebagai manusia tentunya kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan di dunia dan untuk suatu bangsa tentunya kehidupan itulah adalah "kemerdekaan".

Lahir dan besar di sebuah Negara (calon) Adidaya, memiliki cita rasa tersendiri. Negeri yang sempat dijajah dan di-merana-kan selama hampit "4 abad" merupakan beberapa cerita tragis nan kelam buat Bangsa Indonesia. Bangsa dengan berbagai kekayaan yang hampir tidak dimiliki oleh semua bangsa di dunia. Kepulauan yang terhampar luas, laut yang bertelur tiada henti, tanah yang tak lelah memuntahkan emas, batu bara, dan minyak, dan bahkan budaya yang kayanya melebihi kayanya Nabi Sulaiman. Sungguh amazing.

Sumber: www.kdri.web.id
17 Agustus 1945, merupakan hari dimana Negeriku mendapatkan kembali "kehidupan-nya", kehidupan yang akan menjadi cerita di surga kelak. 17 Agustus  1995, merupakan hari dimana bangsa ku sudah menikmati kehidupan itu selama setengah abad dan hari dimana saya mendapatkan kehidupan ku yang pertama.party

Hari ini 17 Agustus 2014, sudah 69 tahun negeriku mendapatkan kehidupan itu dan sungguh patut kita syukuri itu. Berbagai cerita sudah dilalui oleh bangsa ini, manis, asin, dan pahitnya kehidupun sudah dirasakan. Kehidupan perjuangan, pembangunan, sampai kehidupan yang otoritarian pun pernah dirasakan. Kalau orang berkata "Pengalaman adalah Guru yang Terbaik" maka kita patut bangga dengan semua pengalaman yang pernah bangsa kita lalui. Hari ini sudah seharusnya bangsa kita lebih bisa memaknai angka 69 itu sebaik-baiknya. Umur itu bukan akan sekedar angka yang bisa dihitung secara matematis tapi, lebih dari itu umur merupakan tolak ukur kita dalam bertindak dan mengambil sikap.

Di umur yang sudah cukup matang ini, tentunya masih banyak masalah yang perlu dibenahi. Tidak sedikit pula orang Indonesia mengaku "belum" merdeka. Katanya sekarang bangsa Indonesia masih "dijajah" dengan cara yang berbeda, yaitu kekayaan alam yang dikelola asing sebanyak hampir 90%. Sungguh ironis memang, ketika mengingat kemiskinan yang masih menjamur di Negara (calon) Adidaya ini. Namun, sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa, marilah kita sedikit lebih bijak. Coba kita tengok sedikit ke arah kanan dari bangsa ini, disana ada banyak prestasi yang cukuplah buat pejuang bangsa ini tersenyum di alam sana.

Sekarang marilah kita ikut andil dalam membangun bangsa ini. Kalau kata Anis Baswedan, "kita ini sudah punya banyak stok kritikus dengan kritikannya, saat kita sudah saatnya turun tangan dalam mebangun bangsa ini". Yah.., memang sekarang ini bukan lagi saatnya mengkritik dengan nada "merendahkan" bangsa sendiri. Sudah saatnya kita melakukan aksi nyata, kalau tidak bisa maka cukuplah memperbaiki "aib" bangsa ini, dan kalau masih saja belum bisa, maka cukuplah "diam" dan jangan mengumbar aib bangsa sendiri, apalagi sampai "menelajangi-nya".

Telahir di tanggal yang bertepatan dengan hari kemerdekaan memiliki cerita tersendiri. Setiap tahunnya harus dirayakan dengan pengibaran sang saka merah-putih dari sabang sampai merauke. Hari ini setelah menjalani kehidupan yang cukup dramatis selama 19 tahun, telah memberikan saya buuuuuaaaanyaaakk kisah dan pengalaman yang cukup untuk menjadi dongeng tidur buat cucu-cucuku kelak.

Dengan umur yang bisa dibilang masih unyu-unyu, rasanya masih banyak hal yang ingin saya lakukan untuk menyusun Laporan Pertnaggungjawaban (LPJ) saya kelak kepada Sang Khalik. Masih banyak mimpi-mimpi yang belum tergapai, masih banyak ilmu yang belum kupelajari, masih banyak pengertahuan yang belum ku ajarkan, dan belum "nikah". laughing Dengan semua hal yang masih ber-title "belum" di atas, terntunya saya masih ingin make a wish agar diberikan "kesempatan" untuk mewujudkan semuanya. Yah.., saya hanya ingin kesempatan bukan umur panjang, karena terkadang umur itu membuat kita terlena akan kehidupan ini.




Malang, East Java, Indonesia.
17th August 2014, 14:05.

Andi Akbar Tanjung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar