Hari Ahad Bersama Mereka.

Beberapa hari terakhir Kota Malang selalu diguyur hujan disekitaran pukul 13.00-16.00 kemudian berlanjut pada malam hari hingga subuh. Sebenarnya saya cukup suka dengan pengaturan jadwal hujan oleh Sang Pemilik Alam Semestas. Alasanya cukup simple, karena saat seperti diatas, saya selalu menemukan ketenangan di dalamnya, khususnya saat saya lagi kebelet menulis. Namun, hari ini terasa berbeda, jam sudah menunjukkan pukul 14.05 tapi, hujan tak kunjung mengguyur Malang Raya. Pikiran konyolku pun berkata kalau mungkin saja alarm pengatur jadwal hujan-Nya lagi bermasalah. hehehe.., :D

Sejujurnya akhir-akhir ini, saya agak sedikit kering kalau menulis tanpa didampingi hujan. Mungkin karena sudah terbawa suasana beberapa hari terakhir atau mungkin juga karena saya sudah menemukan ketenangan dalam hujan, entahlah. Namun, sekalipun saat ini hujan lagi tidak bersama saya, Allah masih tetap memberikan sinyal speed kepada kepala saya untuk tetap bisa berpikir lancar. Alhamdulillah. :D

-ooOoo-

Pada kesempatan ini, saya ingin mencoba berbagi cerita tentang pengalaman yang telah saya habiskan di hari ahad kemarin dan mencoba menarik hikmah darinya. Yah, saya sangat sadar kalau bagi "sebagian" orang mungkin akan menganggap hal ini merupakan hal yang tidak penting buat mereka namun, mereka tentu tidak bisa mewakili pendapat semua orang, bukan..?.

Hari Ahad kemarin yang bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2014 merupakan hari Ahad yang cukup berbeda buat saya akhir-akhir ini. Kalau biasanya saya menghabiskan sehari penuh di dalam kamar kost dengan berbagai kegiatan yang bisa dibilang useless namun, hari Ahad kemarin ternyata Allah menakdirkan kejadian yang berbeda.

Belajar dari Tokoh-tokoh Hebat Muhammadiyah
@UMM Dome; Yang ditengah itu Bapak-Ibu PD, PC, PR Muhammadiyah dan Aisyah Se-Jatim sedangkan, yang di tirbun itu biasanya penggembira dan  juga penyusup-penyusup seperti kami. :D

Hari Jum'at sebelum Ahad kemarin, saya sudah mendengar kabar dari senior saya di Rumah Inspirasi Malang kalau akan ada acara keren di UMM Dome yang menghadirkan orang-orang hebatnya Muhammadiyah. Mendengar berita tersebut, jiwa-jiwa seminaris yang ada dalam diri saya kemudian jadi tertantang. Setelah mencari informasi yang cukup, ternyata benar yang dikatan senior saya. Tidak tanggung-tanggung Pak Amien, Pak Syafi'i, Pak Din, dan sesepuh-sesepuh Muhammadiyah yang lain direncanakan hadir.

Ada dua inti dari acara yang dilaksanakan di gedung termahsyur UMM tersebut. Pertama yaitu UMM Awards untuk tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam rangka Milad UMM ke-50 dan yang kedua yaitu Tabligh Akbar dalam rangkan Milad Muhammadiyah ke-102. Setelah kemarin UMM Award dianugrahkan kepada para tokoh bangsa, hari itu UMM Awards kembali dianugrahkan kepada tokoh-toko Muhammadiyah. Ada 8 orang sesepuh Muhammadiyah dan Asyiyah yang mendapatkan penghargaan tersebut yaitu, Prof. Dr. HA. Syafi'i Ma'arif, M.A., Prof. Dr. HA. Malik Fadjar, M.Sc., Dra. Hj. Elyda Djazman, Ir. H. M. Dasron Hamid, M.Sc., Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno, Drs. H. Rosyad Sholeh, Drs. H. M. Muchlas Abror, dan Prof. Dr. H. M. Amien Rais.

Membaca nama tokoh-tokoh di atas tentunya memberikan kesan tersendiri. Ada yang sudah sangat familiar seperti Pak Syafi'i, Pak Malik, dan Pak Amien dan ada juga yang baru terdengar oleh telinga saya seperti Ibu Elyda, Pak Dasron, dll. Setelah serangkainan acara seremonial penerimaan penghargaan masuklah kita pada acara yang saya tunggu-tunggu yaitu sekapur sirih dari para tokoh tersebut. Sama halnya ketika melihat video penerima penghargaan, Pak Amien mendapatkan applause paling meriah namun, sayangnya Pak Amien tidak bisa hadir waktu.

Diantara 8 sambutan tokoh tersebut, saya sangat tertarik pada saat sambutan para Wanita Pejuang Asyiyah yaitu Ibu Elyda dan Ibu Chamamah. Ibu Elyda yang juga merupaka istri Alm. Djazman Alkindi (Pendiri IMM) membawakan sambutan dengan didampingi semangat yang sungguh luar biasa, padahal dari postur beliau yang "harus" dipandu ketika berjalan tergambar jelas akan usia beliau yang sudah tidak muda lagi. Beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah "harus" memberikan perhatian penuh kepada Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) sebagai generasi pelanjut. Dan yang bagian inilah yang membuat saya kagum terhadap beliau.

Selanjutnya yaitu sambutan Ibu Chamamah yang merupakan mantan Ketua Umum PP Aisyiyah selama 2 periode. Beliau kemudian mengambil konsentrasi pembicaraan tentang bagaimana "besarnya" Muhammadiyah hari ini. Mendengar cerita dan pengalaman beliau membuat gairah Angkatan Muda saya memanas dan merasa tertantang untuk berusaha mempertahankan apa yang telas beliau-beliau capai hari ini.

Kegiatan di UMM Dome ini akhirnya ditutup dengan cukup manis oleh pihak panitia. Ketika kita keluar dari UMM Dome tepatnya melalui Gate C akan tampak beberapa tenda yang disusun memanjang dan teradapat meja yang diatas tertumpuk nasi kotak dengan jumlah yang cukup ekpatakuler. Nah, pada bagian inilah syahwat Mahasiswa saya naik, mumpung gratis dan panitia mengizinkan ambil sepuasnya saya pun....... (yah tau sendiri lah apa yang terjadi). :D

Islamic Book Fair (IBF) Pertamaku
Salah satu stand yang ada di Islamic Book Fair (IBF) Malang 2014
Sebenarnya setelah dari UMM Dome, saya dan teman-teman PH IMM Raushan Fikr akan ada kajian bersama Mas Adam namun, berhubung Mas Adam berhalangan jadi kajiannya ditunda. Akhirnya saya dan Mbak Nunik (Kabid Kader) berinisiatif untuk pergi ke Islamic Book Fair (IBF) dan mengajak teman-teman kader 2014 hingga akhirnya terkumpullah 10 Orang, yang dimana sekali naik angkot, sopirnya bisa senyum sumringannn.

Tepat hari itu "keperjakaan" saya untuk menginjak IBF dilucuti. Yah, ini adalah IBF pertama saya -dalam hidup malahh- setelah sekian banyak IBF yang saya lewatkan. Salah satu alasan saya melewatkan IBF-IBF sebelumnya adalah karena dipikiran saya IBF itu tidak lebih dari pameran-pameran buku pada umumnya yaitu kalau bukan bukunya yang tidak enak pasti harga diskonnya udah dimanipulasi. Ternyataaaaa, setelah saya sampai di IBF saya merasa sangat berdosa telah dzu'uson dengan IBF. Saya seakan menemukan pasangan hati saya disini -lebayyy-.

Di IBF saya kemudian menghabiskan siang smpai sore hingga kaki saya mogok jalan karena kesakitan. Akhirnya saya dan teman-teman memustuskan untuk pulang karena masih ada kegiatan lanjutan. Sebenarnya untuk cerita IBF masih panjang jadi, saya akan menulisnya lengkap di postingan berikutnya.

Islamic Studies Bersama Pak Boy
Suasana Islamic Studies di Masjid AR. Fachruddin - UMM
Setelah puas berkeliling sampai kaki ini terasa mau lepas dan sudah melucuti isi dompet sampai kering untuk beli buku, kami memutuskan untuk langsung kembali ke kampus karena akan ada kajian Islamic Studies oleh Bidang Tabligh IMM Raushan Fikr. Sore itu tema pemabahasan kalau tidak salah ingat seputar Gaya Hidup Modern untuk Seorang Muslim -yah, nggak sama persis tapi, kurang lebih seperti itu- dengan pemateri yaitu Pak Pradana Boy -salah satu Google buat anak-anak IMM Malang-.

Sore  itu ditemani dengan cuaca yang cukup dingin oleh hujan, Majelis Ilmunya berjalan cukup lancar. Dari foto di atas memang terlihat jelas jumlah perserta yang bisa dihitung jari namun, itulah para pencari sejati. Materi yang disampaikan Pak Boy pun berjalan cukup alot dan menarik. Beliau menekankan salah satu hadits yang makusdnya kurang lebih seperti ini, "Islam datang dalam keadaan "terasing" dan akan tiba suatu masa dimana Islam akan kembali terasing". Beliau mengatakan bahwa Islam yang kembali terasing sudah bisa kita saksikan hari ini sehingga, sebagai Kaum Muda Islam di jaman Modern mari kita membuat Islam untuk selalu tampak familiar di muka bumi ini.

Setelah dari Islamic Studies saya dan Mbak Nunik melanjutkan pengembaraan kami ke Komisariat. Disana saya berusaha mencari tumpangan untuk kembali ke kost yang jaraknya cukup jauh mengingat kaki saya waktu itu tidak bisa saya rasakan lagi -kahwatir nanti lepas beneran-.

Hari ahad itu saya tutup dengan cukup melelahkan namun penuh hikmah. Bersama mereka. :D


Malang, 09 Desember 2014
@Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Malang
Andi Akbar Tanjung

Andi Akbar Tanjung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar