Koleksi Buku di Akhir Januari.


"Membaca adalah jendela dunia." -katanya-
Sejak duduk di kelas 1 MA, saya menemukan satu hobi baru yang sebenarnya sudah cukup terlambat untuk saya dalami. Membaca. Dan entah kenapa akhir-akhir ini nafsu saya untuk terus "bercinta" dengan buku semakin bertambah (semoga ini bukan tanda-tanda ganguan jiwa). Semua itu kemudian diperparah lagi ketika saya mulai terpesona oleh toko buku Togamas yang sudah saya bahas di tulisan saya yang berjudul "Kepincut "Cinta" Togamas".

Di tulisan saya tentang Togamas di atas, saya juga membahas masalah diskon 25% yang diadakan setiap akhir dan awal bulan oleh Togamas. Nah, kebetulan seminggu yang lalu tepatnya tanggal 26-31 Januari 2015 merupakan waktu untuk Togamas menepati "janjinya".

Sebenarnya kondisi ekonomi saya tidak memungkinkan untuk memuaskan nafsu shoping buku saya di saat Togamas menawarkan diskon akhir bulannya. Namun, setelah perjalanan saya ke Kawah Ijen gagal dan kemudian rencana saya untuk mengalihkannya ke Pulau Sempu juga berbuntut gagal, akhirnya saya pun mengalihfungsikan dana untuk perjalanan tersebut untuk membeli buku.

Titik Nol. (Agustinus Wibowo)
Titik Nol. (Agustinus Wobowo)
Saya membeli buku ini ketika hari pertama diskon akhir bulan Togamas berjalan. Yah, hari senin di akhir bulan adalah hari dimana Togamas mengadakan diskon 25% untuk buku kategori novel. Sebenarnya saya berangkat ke Togamas tidak ada niat untuk membeli buku yang satu ini tapi, ketika saya melihat buku ini di rak bagian novel, saya kemudian teringat dengan sebuah tulisan yang berjudul "My 2014 In Books" yang dituliskan oleh seorang traveler alumni ITB. Di tulisan tersebut beliau me-review beberapa buku yang telah berhasil beliau baca di tahun 2014 kemarin dan saya pun tertearik dengan buku yang berjudul "Titik Nol" karya Agustinus Wibowo.

Menurut beberapa resensi yang saya baca dan juga setelah saya membaca beberapa halaman awal dari buku ini, saya mengetahui kalau buku ini adalah buku catatan perjalanan. Kebetulan akhir-akhir ini saya merasa lagi "kesurupan" aura-aura untuk terus melakukan perjalanan khususnya ala-ala traveler. Sehingga itulah salah satu alasan yang mengilhami saya untuk memboyong buku ini pulang ke kost.

Namun, ada yang berbeda dari buku perjalanan yang satu ini. Tidak seperti buku traveling pada umumnya yang menawarkan tempat wisata yang keren dan juga menyenangkan lengkap dengan biaya transportasi sampai dengan biaya penginapan ataupun buku The Naked Traveler-nya Mbak Trinity yang dibawakan secara per-jilid, buku ini tampil dengan sebuah slogan "Makna Sebuah Perjalan". Yah, buku ini hadir lebih dari sebuah buku perjalanan biasa. Buku ini menawarkan cara menikmati indahnya sebuah perjalanan dari sekedar melihat keindahan alam semata. Buku ini seakan ingin berkata kalau keindahan makna-lah yang terpenting.

Walaupun sebenarnya buku ini telah terbit di tahun 2013 yang lalu namun, saya merasa kalau membaca mulai sekarang tidaklah terlambat. Toh, isinya bukan informasi perjalanan seperti biaya yang selalu berubah. Nah, untuk masalah harga buku ini, sebenarnya harga asli dari buku ini Rp. 125.000 tapi, karena saya membelinya di Togamas yang lagi menawarkan diskon 25%-nya jadilah saya mendapatkannya hanya dengan harga Rp. 93.750. Bagaimana, tertarik..?.

Supernova 1; Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. (Dee Lestari)
Supernova 1; Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. (Dee Lestari)
Memiliki buku yang satu ini sebenarnya sudah sangat ketinggalan jaman. Saya pertama kali melihat buku yang dicetak pertama di tahun 2002 ini adalah ketika saya masih duduk di bangku kelas 2 MTs ketika seorang senior saya membelinya. Waktu itu saya hanya diberitahu kalau novel yang satu ini sedikit fulgar di beberapa bagian.

Setelah beberapa kali diterbitkan dengan merevisi sampulnya ternyata buku ini tetap eksis hingga lebih dari satu dekade. Sampai pada akhirnya buku yang sekarang sudah menginjak Supernova 5 dengan judul "Gelombang"ini difilmkan diakhir tahun kemarin, barulah saya tertarik untuk membacanya. Yah, itupun setelah dikasih masukan oleh beberapa teman yang cukup senang dengan buku-buku karya Dee Lestari. Sampai-sampai dia punya dan sudah baca Supernova 1-5.

Soal isi karena saya juga belum membacanya jadi, saya tidak bisa memberikan saran apapun. Namun, tenang saja, dengan melihat eksistensi buku ini yang mampu bertahan lebih dari satu dekade dan sudah difilmkan apalagi ditulis oleh novelis sekaliber Dee Lestari, saya rasa teman-teman tidak perlu khawatir kalau salah pilih. Kalau masalah harga, buku ini memiliki harga asli sebesar Rp. 65.000 namun, karena saya juga membelinya di saat Togamas lagi diskon 25% jadi saya hanya membelinya dengan harga Rp. 48.750.

Mengubah Dunia Bareng-bareng. (Ridwan Kamil)
Mengubah Dunia Bareng-bareng. (Ridwan Kamil)
Mengubah Dunia Bareng-bareng. Dari judul bukunya aja saya sudah kepincut. Bukan karena apanya tapi, penulisnya ituloh Bang Ridwan Kamil -salah satu sosok wali kota pujaan banyak orang sekarang ini, termasuk saya- yang dengan lugasnya memilih kata bareng-bareng yang menggambarkan betapa beliau ingin dekat dengan kita. Sungguh sosok pemimpin yang keren kan...?.

Pertama kali melihat buku ini dengan penulisnya yang tidak wajar yaitu salah seorang pemimpin di negeri ini yang pastinya seibuk bukan main tapi masih sempat untuk menerbitkan buku. Pak SBY saja nanti menjelang dia turun dari bangku presiden baru menerbitkan buku. Dan setelah saya membaca satu buku sample yang tidak terbungkus ternyata isinya juga keren dan banyak memotivasi. Baca awal-awal buku ini juga membuat saya tertarik sama dunia Arsitektur yang Bang Ridwan dalami. 

Tanpa pikir panjang-panjang saya pun memasukkan buku ini ke dalam daftar belanjaan saya walaupun harganya bisa dibilang cukup cetarrr membahana untuk ukuran buku yang hanya setebal 182 halaman. Dengan Harga asli Rp. 115.000, saya pun memboyongnya pulang dalam keadaan diskon 25%-nya Togamas dengan harga Rp. 86.250.

Kreatif Sampai Mati!. (Wahyu Aditya)
Kreatif Sampai Mati!. (Wahyu Aditya)
Nah, kalau untuk alasan mengapa saya membeli buku yang satu ini, sebenarnya cukup sepele. Yah, apalagi kalau bukan sampul dan pengemasan isinya yang keren dan berwarna-warni. Sebenarnya buku ini juga sudah ada sejak awal tahun 2013 dan waktu itu saya diberikan titipan oleh teman saya untuk membelikannya di Gramedia waktu di Makassar kemarin. Sejak saat saya dititipkan itulah saya sudah mulai tertarik untuk memilikinya juga namun, belum pernah terlaksana hingga sekarang saya berhasil memilikinya.

Selama saya masih berstatus belum memiliki buku ini, ada satu waktu ketika saya lagi sedang asyik internetan dan saya kesasar di sebuah situs orang-orang kreatif dan tempat "mangkal-nya" para grapich designer kelas kakap. Yah, situs itu adalah www.kdri.co. Di situ kemudian saya menemukan fakta kalau pendiri dari situs itu adalah Bang Wahyu Aditya yang juga merangkap menjadi penulis buku di atas. Sejak saat itulah keinginan saya untuk memiliki buku tersebut berubah menjadi mimpi.

Kemarin hari Kamis tanggal 29 Januari 2015 saya kembali ke Togamas untuk melihat buku-buku yang terkena diskon 25%. Yah, hari itu adalah hari diskon untuk buku yang ber-genre motivasi. Setelah jalan sana, jalan sini, da jalan situ, mata saya tertuju ke sebuah rak yang memajang buku keren tentang bagaimana mendesain presentasi berkelas international. Buku itu berjudul "Slide Design Mastery" karya Mustofa Thovids, seseorang dengan predikat 1st Slide Presentation Expert with International NLP Cetification in Indonesia. Saya langsung ngiler ingin memilikinya. Namun, di saat saya lagi asyik-asyiknya memuji buku itu saya menemukan buku idaman saya sejak 2 tahun kemarin. Yah, apalagi kalau bukan buku di atas.

Kalian mungkin pernah merasakan kegalauan di luar masalah percintaan. Saya juga pernah dan itu sering sekali terjadi ketika saya berkunjung ke Togamas. Dua buku ini membuat saya harus memilih salah satu saja karena buku Bang Ridwan di atas juga ingin saya miliki. Apalagi kedua buku tersebut lagi "kecipratan" diskon 25%-nya Togamas.

Setelah berpusing-pusing ria dengan kegalauan saya, dengan tegas diri ini memutuskan untuk mengambil buku yang berjudul "Kreatif Sampai Mati". Mungkin karena saya ada firasat akan mati cepat jadi mau kreatif dulu sebelum mati. Masalah harga asli buku ini adalah Rp. 59.000 tapi, karena saya lagi diskon 25% saya hanya membelinya dengan harga Rp. 44.250.

The Casual Vacancy. (J. K. Rowling)
The Casual Vacancy. (J. K. Rowling)
Berbeda dengan buku-buku lain yang ada di atas dimana saya membeli kesemuanya di Togamas yang lagi "stress" sehingga membanting harga. Untuk buku yang satu ini saya membelinya dengan cara online di sebuah situs toko buku milik Penerbit Mizan yaitu www.mizanstore.com. Untuk buku yang satu ini dijual dengan harga yang lebih gilaaaaa lagi, mungkin pemilik mizanstore.com ini lagi kerasukan, sehingga buku yang awalnya memiliki harga asli Rp. 159.000 dijual hanya dengan Rp. 50.000. Kemarin waktu ke Togamas aja yang sudah rela memberikan diskon 25% harganya itu masih diambang harga yang melebihi ekspektasi saya dan ternyata si mizanstore.com berani beradu harga.

Alasan utama mengapa saya membeli buku ini tentu saja karena harganya yang lagi sinting. Yah, walaupun mungkin bagi mahasiswa ekonomi akan menganggapnya lucu karena pasti itu adalah jebakan batman ala anak-anak marketing. Namun, saya pun juga menyadari hal itu makanya sebelum membeli buku ini saya pun melakukan studi kasus kecil-kecilan. Dan dari studi kasus itulah saya kemudian menemukan beberapa hal menarik membuat saya mantap untuk membeli buku tersebut.

Mulai dari penulisnya yang sudah bertaraf internasional, si Mbak J. K. Rowling yang tentu buat para penggemar serial fantasi dan novel Harry Potter sudah tidak asing lagi dengan penulis fiksi yang satu ini. Namun, Mbak Rowling di novel terbarunya ini mencoba ingin keluar dari bayang-bayang Harry Potter yang terkesan fantasi dan kekanak-kanakan. Sehingga, dia pun membuat sebuah novel dewasa yang diberi judul The Casual Vacancy (Perebutan Kursi Kosong).

Selain penulisnya yang berkelas kakap, dengar-dengar cerita dalam novel ini diangkat dari kehidupan sehari-hari mulai dari masalah keluarga, anak yang susah diatur, politik, perseteruan, dan bahkan sex. Dan katanya juga yang menarik dari novel ini juga adalah tidak adanya pemeran utama karena semua tokoh dalam novel ini adalah pemeran utama. Sudah tidak kebayang betapa serunya kan...?.

Nah, bagi teman-teman yang berminat silahkan kunjungi link ini unutk melakukan pemesanan. Harga Rp. 50.000  itu cukup sinting lah untuk buku yang tebal dan dengan Hardcover-nya yang keren. Harga tersebut tentunya belum termasuk ongkos kirim kalau saya sendiri yang berdomisili di Malang ongkos kirimnya itu Rp. 24.000 jadi saya menghabiskan dana sebesar Rp. 74.000 untuk buku yang keren namun terbatas ini.

Andi Akbar Tanjung
@Kamar Kost Ter-berantakan.

Andi Akbar Tanjung

4 komentar:

  1. Assalamu'alaikum :)
    Perkenalkan, nama saya Gita.
    Saya tidak sengaja menemukan blog ini ketika sedang mencari informasi tentang diskon togamas.
    Saya sangat suka dengan tulisan-tulisan anda, merasa sependapat dengan anda perihal kecintaan terhadap buku, meski saya rasa kadar kecintaan saya terhadap buku masih kalah jauh dibanding milik anda.
    Satu hal lagi yang membuat saya tertarik (karena saya merasa ini adalah suatu kebetulan yang konyol) adalah fakta bahwa ternyata saya dan anda lahir pada tanggal dan bulan yang sama, meski berasal dari tahun yang berbeda.

    Abaikan poin terakhir yang tidak penting tadi.
    Yah, pada intinya, I'm looking forward to reading more of your writing about your unquenchable desire for books :))。

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam..,
      Hehehe.., :D
      Iya mbak.., sma kok sya juga bnyak menemukan blog2 kren milik orang dari ke-tidaksengaja-an juga dan sya berharap blog ini bisa memberikan manfaat kepada kita smua walaupun 2 bulan terakhir ini lgi kering tulisan.., :D
      Waahhhh.., brrti kita sma2 orang yg -katanya- harus dpat tunjangan dri pemerintah krn lahir di hari kemerdekaan.., :D

      Hapus
  2. Jangan panggil Mbak, seharusnya saya yang panggil Mas ._. Saya kelahiran 97 hehe
    Semangat menulis terus dan semangat kuliahnya, tentu saja juga semangat untuk terus membaca :)
    Katanya sih yang dapat tunjangan dari pemerintah itu adalah yang lahir tepat pada detik-detik proklamasi, yaitu jam 10 pagi. Saya sih lahir jam 2 siang

    BalasHapus
    Balasan
    1. mmm..., klu bgtu sya panggil Gita aja.., :D
      ,iya.., sya lgi berusaha mmbangkitkan semangat sya, yg sudah dua bulan ini tdk menulis sma sekali..., :D

      Hapus