Makassarta' Tidak Rantasa'; Inovasi Lingkungan dan Karakter Kota Makassar

Inovasi Makassarta' Tidak Rantasa' dalam mewujudkan Makassar sebagai World City.
Indonesia merupakan negara yang kaya dari berbagai aspek. Salah satu kekayaan unik dari Indonesia yaitu banyaknya kepulauan dan daerah yang ada. Hal ini kemudian menjadi potensi tersendiri untuk Indonesia khususnya di sektor inovasi daerah. Inovasi-inovasi yang ada kedepannya akan berperan dalam memanjukan bangsa karena inovasi-inovasi tersebut datang dari berbagai daerah dengan karakter masing-masing. Sehingga, Indonesia memiliki 1001 cadangan inovasi yang tentunya datang dan berawal dari daerah-daerah yang ada.

Inovasi daerah yang lahir tentunya diilhami oleh karakter, likungan, sosial, dan budaya dari daerah masing-masing. Hal ini lahir guna memberikan solusi dari permasalahan di setiap daerah dan juga memberikan warna dan perpektif lebih dalam memajukan Indonesia. Hari ini, kita dapat melihat bagaimana daerah-daerah dan kota-kota besar yang ada dalam melahirkan inovasi-inovasinya. Dari hal inilah kemudian kita bisa mendapatkan suntikan optimisme bahwa Indonesia akan bangkit dan itu berawal dari daerah-daerah yang ada.

Tersebutlah Kota Makassar, dikenal juga dengan sebutan Kota Daeng, tidak ketinggalan dalam menelurkan inovasi-inovasi daerah guna menyelesaikan permasalahan yang ada. Kota Makassar sebagai salah satu kota metropolitan Indonesia, tentunya tidak lepas dari permasalahan dan kelamnya masa lalu. Kota yang "digambarkan" dengan karakter masyarakatnya yang keras dan susah diatur memberikan dampak tersendiri dalam berbagai hal dilingkup kehidupan masyarakat. Di sisi lain, permasalahan kebersihan lingkungan juga menjadi momok bagi kota yang merupakan corong bagi Indonesia bagian timur ini.

Permasalahan yang ada kemudian ditanggapi oleh Walikota Makassar, Moh. Ramadhan "Danny" Pamanto dengan inovasi-inovasi terbarukan khususnya di sektor lingkungan. Walikota yang telah mendapatkan penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2016 ini kemudian melahirkan sebuah inovasi berupa program yang dikenal dengan sebutan "Makassarta' Tidak Rantasa (MTR)" yang berarti Makassar kita tidak kotor. Program yang esok harinya berkembang menjadi gerbang bagi seluruh program kerja Pemkot Makassar ini, juga memberikan dampak dibeberapa sektor diantaranya; 

Pertama dampak pasti bagi sektor lingkungan. Dari program MTR tersebut kemudian melahirkan gerakan-gerakan penunjang dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman. Adalah gerakan-gerakan seperti LISA yang berarti LIhat Sampah Ambil yang kemudian dimasfikan pada anak-anak sekolah di Kota Makassar guna membangun karakter cinta lingkungan. Kemudian ada pula gerakan Longgar (Lorong Garden) berupa gerakan yang mengubah wajah lorong di Kota Makassar yang dulunya kumuh dan kotor menjadi lebih bersih dan berwarna. Selain itu ada pula inovasi gerakan Mobil Tangkasaki (Truk Angkutan Sampah Kita) yang berfungsi untuk mengakut sampah-sampah yang ada di beberapa sudut kota Makassar.

Salah satu Lorong Garden yang ada di Kel. Kassi-kassi, Kec. Rapoocini, Makassar. Sumber: Kompas
Wujud mobil Tangkasaki yang berfungsi untuk mengakut sampah di Kota Makassar. Sumber: Adapada
Dampak kedua yaitu di sektor ekonomi. Dari program MTR ini kemudian melahirkan inovasi di sektor perekonomian masyarakat yaitu dengan adanya Mobil Tangkasa' Rong (Tabungan Bank Sampah Anak Lorong) yang berfungsi untuk mengumpulkan tabungan sampah masyarakat kemudian ditukarkan dengan beras. Setiap tabungan sampah yang ada akan diangkut ke Bank Sampah Pusat yang berada di daerah Toddopuli, Makassar. Di bank pusat inilah sampah-sampah diolah dan dilakukan proses daur ulang kembali. Inovasi ini kemudian bisa sedikit membantu perekonomian masyakat disamping juga mampu mengurangi volume sampah di kota Makassar sekitar 150-225 ton perharinya.

Gambar seorang warga yang menunjukkan Buku Tabungan Sampah miliknya. Sumber: Konfrontasi
Ketiga yaitu adanya dampak karakter sosial masyarakat. Selain memberikan dampak nyata di sektor lingkungan dan ekonomi, program MTR juga bisa menjadi solusi atas permasalahan karakter masyarakat Kota Makassar. Melalui program MTR ini kemudian lahir society movement sebuah gerakan berjamaah yang muncul atas dasar kesadaran dari masyarakat untuk maju bersama. Hasilnya mungkin tidak terlihat secara nyata seperti perubahan warna lingkungan yang ada tapi, dari inovasi inilah lahir semangat baru bagi kesadaran sosial masyarakat Kota Makassar. Bagaimana jiwa gotong royong dan kekeluargaan kemudian menguat dalam karakter masyarakat yang nantinya membangun masyarakat madani yang saling menjaga dalam kebaikan dan kebersihan lingkungan.

-o0o-

Inovasi disetiap daerah tentunya memiliki karakter, cara, dan tujuannya masing-masing. Hari ini Kota Makassar telah dan akan terus melahirkan inovasi-inovasi daerah guna memberikan kabar baik bagi anak cucu kita di masa depan bahwa Indonesia masih memiliki kita yang peduli akan kemajuan dan masa depan bangsa. Selain itu, kita juga telah belajar bagaimana sebuah inovasi yang bisa bersifat solutif akomodir seperti pepatah "Sekali dayuh, 2-3 pulau terlampaui". Jangan pernah kering akan inovasi karena Indonesia perlu ekspansi. Terima Kasih.


Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Andi Akbar Tanjung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar